Schematics adalah cara untuk menggambarkan rangkaian elektronik secara visual, menggunakan simbol-simbol standar untuk mewakili komponen-komponen dan hubungan antara mereka. Dengan schematics, Anda dapat merancang, membangun, dan memecahkan masalah rangkaian dengan lebih mudah dan efisien.
Namun, untuk dapat membaca dan mengikuti schematics, Anda perlu mempelajari makna dan fungsi dari berbagai simbol yang digunakan. Simbol-simbol ini mencakup sumber daya, resistor, kapasitor, induktor, dioda, transistor, LED, saklar, relay, dan banyak lagi. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan secara detail apa itu schematics, mengapa schematics penting, dan bagaimana cara membaca dan mengikuti schematics dengan benar
Setelah mempelajari makna dan fungsi dari berbagai simbol schematics, kita akan belajar bagaimana cara menggabungkan simbol-simbol tersebut dengan menggunakan garis-garis dan titik-titik untuk merepresentasikan rangkaian elektronik secara visual. Kita juga akan mendapatkan beberapa tips dan trik yang berguna untuk membantu kita membaca dan mengikuti schematics dengan lebih mudah dan akurat.
Schematic Symbols
Sebelum kita masuk ke bagaimana cara menghubungkan komponen rangkaian, kita perlu mengenal simbol-simbol yang digunakan untuk merepresentasikan komponen tersebut. Berikut adalah beberapa simbol schematics yang umum untuk berbagai komponen.
1. Resistor
Komponen dan simbol rangkaian yang paling mendasar! Resistor pada schematics biasanya digambarkan dengan beberapa garis bergerigi, dengan dua terminal yang menjulur keluar. Schematics yang menggunakan simbol internasional mungkin menggunakan persegi panjang tanpa fitur, alih-alih keriting.
- Potentiometers and Variable Resistors
Resistor variabel dan potensiometer masing-masing menambahkan simbol resistor standar dengan sebuah panah. Resistor variabel tetap menjadi perangkat dua-terminal, jadi panahnya hanya diletakkan secara diagonal di tengah. Potensiometer adalah perangkat tiga-terminal, jadi panahnya menjadi terminal ketiga (penghapus)
2. Kapasitor
Berikut adalah contoh kalimat lain yang lebih informatif:
Kapasitor adalah komponen yang bisa menyimpan muatan listrik. Ada dua jenis kapasitor, yaitu kapasitor polarisasi dan kapasitor non-polarisasi. Kapasitor polarisasi harus dipasang dengan arah yang benar, karena ada terminal positif dan negatifnya. Kapasitor non-polarisasi bisa dipasang dengan arah mana saja, karena tidak ada terminal positif dan negatifnya. Simbol kapasitor terdiri dari dua terminal yang menghubungkan dua pelat. Simbol kapasitor polarisasi memiliki tanda (+) pada terminal positifnya, sedangkan simbol kapasitor non-polarisasi tidak memiliki tanda (+).
3. Induktor
Induktor adalah komponen yang bisa menghasilkan medan magnet ketika dialiri arus listrik. Induktor biasanya berbentuk kawat yang dililitkan menjadi kumparan. Simbol induktor menunjukkan bentuk kumparan tersebut, baik dengan garis-garis melengkung atau berkelok-kelok. Simbol internasional yang lebih sederhana hanya menggunakan persegi panjang yang diisi untuk mewakili induktor.

4. Switches
Saklar adalah komponen yang bisa mengontrol aliran arus listrik dengan cara membuka atau menutup rangkaian. Saklar paling sederhana, yaitu single-pole/single-throw (SPST), memiliki dua terminal yang bisa dihubungkan atau diputuskan oleh sebuah aktuator. Aktuator adalah bagian yang bisa digerakkan, seperti tuas atau tombol, yang menghubungkan terminal-terminal saklar.
Saklar dengan lebih dari satu lemparan, seperti SPDT dan SP3T di bawah, menambahkan lebih banyak tempat pendaratan untuk aktuator.
Saklar yang memiliki kemampuan untuk mengontrol lebih dari satu rangkaian sering kali terdiri dari beberapa saklar identik yang dihubungkan dengan garis titik-titik. Garis titik-titik ini menghubungkan aktuator di bagian tengah saklar, sehingga mengizinkan penggunaan saklar tunggal untuk mengontrol berbagai rangkaian secara bersamaan. Dengan konfigurasi ini, pengguna dapat dengan mudah mengaktifkan atau mematikan beberapa rangkaian dengan hanya menggunakan satu saklar.
5. Power Sources
Ada berbagai metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan proyek Anda, dan simbol sirkuit yang berbeda digunakan untuk mengidentifikasi sumber daya listrik yang digunakan.
- DC or AC Voltage Sources
Dalam banyak aplikasi elektronik, Anda memerlukan sumber tegangan yang stabil dan tidak berubah-ubah. Untuk itu, Anda dapat memilih sumber tegangan yang menghasilkan arus searah (DC) atau arus bolak-balik (AC), tergantung pada jenis rangkaian yang Anda gunakan. Arus searah (DC) adalah arus yang mengalir dalam satu arah saja, sedangkan arus bolak-balik (AC) adalah arus yang berubah-ubah arahnya secara periodik. Simbol untuk sumber tegangan DC adalah lingkaran dengan garis horizontal di tengahnya, sedangkan simbol untuk sumber tegangan AC adalah lingkaran dengan gelombang sinus di tengahnya.
- Batteries
Baterai adalah sumber energi yang dapat menyimpan dan melepaskan arus listrik melalui reaksi kimia. Ada berbagai macam baterai, seperti baterai silinder yang berbentuk tabung dan mengandung zat alkaline, baterai AA yang berukuran kecil dan sering digunakan untuk perangkat elektronik, atau baterai lithium-polimer yang berbentuk datar dan dapat diisi ulang berkali-kali. Baterai biasanya digambarkan sebagai sepasang garis paralel yang panjangnya berbeda, yang menunjukkan kutub positif dan negatif dari baterai.
Jumlah pasangan garis yang lebih banyak dalam simbol sirkuit biasanya menunjukkan adanya lebih banyak sel seri yang digunakan dalam baterai. Selain itu, dalam simbol tersebut, garis yang lebih panjang secara konsisten digunakan untuk mewakili terminal positif, sementara garis yang lebih pendek selalu terhubung ke terminal negatif.
6. Voltage Nodes
Anda dapat menggunakan simbol khusus untuk menunjukkan tegangan simpul. Anda dapat menghubungkan perangkat ke simbol satu-terminal ini, dan perangkat tersebut akan terhubung langsung ke sumber tegangan seperti 5V, 3.3V, VCC, atau GND (ground). Simpul dengan tegangan positif biasanya ditandai dengan panah yang mengarah ke atas, sementara simpul ground biasanya ditandai dengan satu hingga tiga garis datar (atau kadang-kadang panah yang mengarah ke bawah atau segitiga).
7. Dioda
Dioda-dioda dasar biasanya digambarkan dalam simbol yang terdiri dari segitiga yang ditekan ke garis. Dioda memiliki polaritas, sehingga setiap terminalnya memerlukan identifikasi yang jelas. Terminal positif (+), yang disebut anoda, terhubung ke tepi datar segitiga dalam simbol. Sementara itu, terminal negatif, yang disebut katoda, terlihat keluar dari garis dalam simbol (-).
Terdapat berbagai jenis dioda yang berbeda, dan setiap jenis memiliki variasi khusus pada simbol dioda standar. Dioda pemancar cahaya (LED) menambahkan beberapa garis yang menunjuk ke luar pada simbol dioda, menandakan kemampuannya untuk menghasilkan cahaya. Photodiode, di sisi lain, menghasilkan energi dari cahaya dan memiliki simbol dioda yang membalikkan arah panah, menunjukkannya ke arah dioda untuk menandakan fungsi penerimaan cahaya.
Jenis-jenis dioda khusus lainnya, seperti dioda Schottky atau zener, memiliki simbol tersendiri dengan variasi kecil pada bagian garis simbol tersebut. Misalnya, dioda Schottky memiliki garis horizontal yang lebih pendek dibandingkan dengan dioda standar, sedangkan dioda zener memiliki garis zigzag pada bagian bar simbolnya.

Posting Komentar